Legalitas Lengkap & Terpercaya
Akreditasi A PPIU : 91203014304940004 PIHK : 91203014304940003 Provider Visa Dan Hotel Sertifikasi ISO 9001:2015 CN : 25-9001/Q/08083 RN: AA0008083

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Dibuka Usai Erupsi Anak Krakatau, Ini Kondisi Terbarunya

Kategori : JFNews, Ditulis pada : 08 September 2026, 14:48:00

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Dibuka Usai Erupsi Anak Krakatau, Ini Kondisi Terbarunya

IMG-20260816-WA0067.png

Gambar 1 : Dokumentasi Jamaah Umroh Jannah Firdaus

Jakarta, 8 September 2026 – Kabar baik bagi masyarakat dan calon penumpang pesawat. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali membuka operasional penerbangan setelah sebelumnya ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi sejak Selasa, 8 September 2026 pukul 00.30 WIB. Pembukaan kembali dilakukan setelah hasil pemantauan dan pengujian menunjukkan kondisi area bandara serta ruang udara telah dinyatakan aman dari paparan abu vulkanik.

Mengapa Bandara Soekarno-Hatta Sempat Ditutup?

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dilakukan sebagai langkah mitigasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga wilayah lainnya.

BMKG sebelumnya telah melakukan pemantauan secara intensif terhadap pergerakan abu vulkanik menggunakan citra satelit, data meteorologi penerbangan, serta penerbitan peringatan cuaca penerbangan atau SIGMET.

Penutupan bandara menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan penerbangan karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat, khususnya apabila masuk ke dalam mesin pesawat.

Pada periode gangguan tersebut, delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra sempat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Mulai 00.30 WIB

Dalam siaran pers terbaru pada 8 September 2026, BMKG menyampaikan bahwa Bandara Soekarno-Hatta resmi dibuka kembali pada pukul 00.30 WIB.

Pembukaan tersebut dilakukan setelah verifikasi kondisi lapangan dan pengujian paper test menunjukkan hasil negatif dari paparan abu vulkanik. Pengujian dilakukan secara berkala untuk memastikan landasan dan lingkungan bandara aman sebelum operasional penerbangan dilanjutkan.

Bandara lain juga mulai kembali beroperasi secara bertahap, di antaranya:

  • Soekarno-Hatta: 00.30 WIB
  • Halim Perdanakusuma: 00.40 WIB
  • Husein Sastranegara: 00.42 WIB
  • Budiarto Curug: 01.25 WIB
  • Pondok Cabe: 01.28 WIB
  • Muhammad Taufik Kiemas: 09.31 WIB
  • Radin Inten II: 09.45 WIB
  • Salakanagara Tanjung Lesung: 09.50 WIB

Data tersebut merupakan pembaruan operasional yang disampaikan BMKG pada 8 September 2026.

Apakah Penerbangan Sudah Kembali Normal?

Meskipun Bandara Soekarno-Hatta sudah kembali dibuka, calon penumpang tetap perlu memahami bahwa pembukaan bandara tidak otomatis berarti seluruh jadwal penerbangan langsung kembali normal.

Sejumlah penerbangan masih dapat mengalami keterlambatan, perubahan jadwal, atau penyesuaian karena sebelumnya terjadi penumpukan penumpang dan pesawat akibat penutupan bandara.

Reuters melaporkan bahwa penutupan sejumlah bandara akibat abu vulkanik telah berdampak pada lebih dari 340.000 penumpang dan hampir 3.000 penerbangan, termasuk penerbangan yang mengalami pembatalan maupun penundaan.

Karena itu, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Soekarno-Hatta disarankan untuk mengecek status penerbangan secara langsung kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Informasi terbaru dari InJourney Airports juga mengimbau calon penumpang untuk memastikan kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau Contact Center InJourney Airports 172.

Gunung Anak Krakatau Masih Terus Dipantau

Meskipun kondisi bandara telah dinyatakan aman untuk kembali beroperasi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian.

BMKG mencatat adanya erupsi baru pada 8 September 2026 dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi sekitar 19 detik. Erupsi tersebut masuk dalam kategori erupsi strombolian atau erupsi kecil.

BMKG juga masih memantau pergerakan abu vulkanik secara real-time. Pada 8 September pukul 09.00 WIB, abu vulkanik secara umum terpantau berada hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,13 kilometer dan bergerak ke arah selatan-barat daya.

Reuters juga melaporkan bahwa terjadi beberapa erupsi yang lebih kecil pada Selasa. Meski dampaknya belum sebesar erupsi sebelumnya, perubahan arah angin dan ketinggian kolom abu tetap dapat berpengaruh terhadap penerbangan.

Apakah Ada Potensi Tsunami?

Bagi masyarakat yang khawatir terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di sekitar Selat Sunda, BMKG menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan hingga 8 September 2026 tidak ditemukan anomali muka air laut yang mengindikasikan tsunami.

Pemantauan dilakukan menggunakan sejumlah sensor tsunami dan HF Radar Array di wilayah Carita dan Tanjung Lesung. BMKG menyebut probabilitas tsunami berada dalam kategori rendah berdasarkan kondisi pemantauan saat itu.

Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Tips bagi Penumpang yang Akan Terbang dari Soekarno-Hatta

Bagi masyarakat yang memiliki penerbangan dalam beberapa hari ke depan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Cek status penerbangan sebelum berangkat

Jangan hanya mengandalkan informasi bahwa bandara sudah dibuka. Pastikan penerbangan Anda benar-benar berstatus on time, delayed, rescheduled, atau cancelled melalui kanal resmi maskapai.

2. Datang lebih awal ke bandara

Setelah mengalami penutupan sementara, aktivitas di terminal dapat menjadi lebih padat karena adanya penumpang yang sebelumnya tertunda atau dijadwalkan ulang.

3. Pantau informasi resmi

Perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi dengan cepat. Ikuti informasi dari BMKG, PVMBG, Kementerian Perhubungan, InJourney Airports, dan maskapai penerbangan.

4. Jangan panik jika terjadi perubahan jadwal

Keselamatan penerbangan menjadi prioritas. Jika penerbangan mengalami penundaan atau perubahan jadwal, ikuti arahan maskapai dan petugas bandara.

Bagaimana Kondisi Penerbangan Setelah Bandara Dibuka?

Pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta menjadi perkembangan positif setelah aktivitas penerbangan sempat terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, proses pemulihan penerbangan membutuhkan waktu karena maskapai perlu menyesuaikan kembali posisi pesawat, kru, jadwal penerbangan, serta penumpang yang sebelumnya terdampak.

Pemerintah dan otoritas terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi atmosfer dan sebaran abu vulkanik untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman. BMKG bersama sejumlah instansi bahkan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September 2026 untuk membantu mempercepat pembersihan atmosfer dari material abu vulkanik.

Hubungi admin Jannah Firdaus untuk informasi lengkap mengenai jadwal keberangkatan, persyaratan, dan promo terbaru.

Daftarkan diri anda dan keluarga anda, siapkan perjalanan yang penuh makna.

📞 Telepon / WhatsApp: 081113306888
📧 Email: info@jannahfirdaus.com
🌐 Website: www.jannahfirdaus.com
📍 Kantor Tebet: Jl. KH Abdullah Syafei No.21C, Jakarta Selatan
📍 Kantor Surabaya: Jl. Ahmad Yani No.151 S, Jemur Wonosari, Surabaya

Jannah Firdaus – Sahabat Perjalanan Meraih Surga

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id